Nama : Amirul Mukmin

Nim : 105120600111005

 


            Dalam kehidupan manusia abad 21 sekarang,teknologi sudah menjadi suatu hal pokok dalam kehidupan manusia. Segala aspek kehidupan manusia bertabrakan dengan teknologi. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan manusia akan teknologi,banyak memberikan manfaat positive bagi kehidupan manusia. Segala kebutuhan dan kepuasan tepenuhi dengan baik melalui perkembangan teknologi. Dengan teknologi banyak pula hal negative yang di berikan. Suatu wilayah dapat berkembang atau menurun nilai budaya dan moralnya dengan perkembangan teknologi.

Dalam sejarah teknologi,banyak hal yang di anggap tabu oleh sebagian masyarakat menjadi biasa karena teknologi. Cloning pada hewan dan manusia, transplatasi tubuh manusia, transgenic pada tumbuhan, penggunaan senjata nuklir, dsb. Merupakan suatu perkembangan kemajuan teknologi yang di nilai sebagaian masyarakat suatu kebaikan buat kehidupan namun juga ada yang menilai hal tersebut sebagai kemunduran nilai moral dan etika dari perkembangannya teknologi.

Moral telah lama dibicarakan dalam ranah filsafat, yaitu melalui filsafat moral yang lazim disebut ethica yang diindonesiakan menjadi etika. Di dalamnya dipertanyakan persoalan nilai sebagai sesuatu yang diyakini kebenarannya dan menjadi pedoman dalam hidup manusia. Melalui

filsafat moral dipertanyakan sejauh mungkin tentang nilai kemanusiaan, nilai hidup, yang

ditujukan agar manusia menjadi lebih manusia, hidup lebih bernilai. Tinggi-rendahnya nilai

moral yang ada di dalam diri manusia kemudian disebut sebagai moralitas yang secara normatif

diukur berdasarkan nilai yang dianut bersama-sama oleh suatu kelompok masyarakat.

Meskipun filsafat moral atau etika diusahakan untuk melakukan generalisasi pada setiap

manusia di dunia, namun dalam penerapannya selalu terjadi ‘local ethic’ atau etika lokal

yang hanya berlaku dalam lingkup lokal suatu kelompok masyarakat. Ini seperti tercermin pada

sikap, tingkah laku, tutur kata dan cara hidup, yang memungkinkan terjadinya perbedaan

standar batas-batas kesusilaan antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok

masyarakat lainnya.

 

Perkembangan moral manusia memiliki keterkaitan erat dengan tingkat perkembangan

peradaban yang merupakan bagian integral dari perkembangan kebudayaan. Keduanya

sama-sama buah atau hasil olah pikir, perasaan dan naluri kemanusiaan yang didasarkan pada

nilai-nilai yang diyakini secara komunal dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Namun demikian

keduanya tidak berada dalam perbandingan sejajar. Perkembangan moral yang baik tidak

selalu diikuti oleh perkembangan peradaban yang lebih maju, dan kemajuan peradaban juga

tidak selalu diikuti oleh perkembangan moral yang lebih baik. Dalam perkembangan peradaban

manusia, aspek moral lebih berperan sebagai ruh dan atau dasar yang mengilhami dan

mewarnai gerak perkembangannya. Perkembangan peradaban yang didasari oleh moralitas

yang baik, maka akan bermuara sisi positif. Sebaliknya, apabila peradaban didasari oleh

moralitas yang jelek, maka akan berakibat pada timbulnya hal-hal yang destruktif dan

kehancuran

 

 

Dalam perkembangan peradaban dan teknologi sekarang ini, aspek-aspek moral tengah

mendapatkan ancaman dari berbagai segi, sehingga jika suatu Negara tidak lagi

mengobservasi moral populitas bangsanya, semua ekspansi dan perkembangan yang

dilakukan hanya akan berakhir dengan kehancuran peradaban. Dewasa ini semakin banyak

dijumpai tindakan dan perilaku bangsa Indonesia diluar batas-batas moral, diantaranya

pornografi, korupsi, kolusi, nepotisme, backing politic dan masih banyak lagi. Semua itu

merupakan ranah moralitas bangsa yang harus diperbaiki dan direnungkan untuk mencapai

suatu negara yang tentram, aman, dan sejahtera sebagaimana tujuan negara Indonesia

semula. Dengan kata lain, adanya berbagai persoalan di atas seharusnya menjadikan bangsa

Indonesia lebih jeli dan lebih teliti dalam menyaring berbagai perkembangan peradaban yang

masuk ke negara Indonesia, menata diri dan menciptakan konstruksi perkembangan bagi masa

depan bangsa Indonesia dan bukan hanya sekedar terpusat pada kemajuan teknologi.

 

Negara-negara maju di dunia sangat khawatir dengan kelanjutan masa depan negara mereka.

Apalah artinya kemajuan ekonomi, kecanggihan teknologi dan militer, kepemimpinan atas

dunia, sementara generasi mudanya sedemikian rusak moralnya, bodoh dan tidak dapat

diharapkan di masa depan. Bayang-bayang kemunduran atau bahkan kehancuran sebagai

bangsa kelihatan begitu mencekam dan menakutkan.